Memohon kesejukan ampunan — petikan munajat
Munajat atau pujian dari sumber sastra yang disebutkan, bukan hadis Nabi. Bagian yang dipilih dilengkapi dari naskah asli. Pencantuman penyandarannya tidak menetapkan kesahihan sanadnya.
يا من يملك حوائج السائلين ويعلم ضمائر الصامتين، يا من ليس معه رب يدعى، ويا من ليس فوقه خالق يخشى، ويا من ليس له وزير يؤتى ولا حاجب يرشى، يا من لا يزداد على كثرة السؤال إلا جودًا وكرمًا، وعلى كثرة الحوائج إلا تفضلًا وإحسانًا. إلهنا تابعت النعم حتى اطمأنت الأنفس بتتابع نعمك، وأظهرت العبر حتى نطقت الصوامت بحجتك، وظاهرت المنن حتى اعترف أولياؤك بالتقصير عن حقك، وأظهرت الآيات حتى أفصحت السموات والأرضون بأدلتك، وقهرت بقدرتك حتى خضع كل شيء لعزتك، وعنت الوجوه لعظمتك. إذا أساء عبادك حلمت وأمهلت، وإن أحسنوا تفضلت وقبلت، وإن عصوا سترت، وإن أذنبوا عفوت وغفرت، وإذا دعونا أجبت، وإذا نادينا سمعت، وإذا أقبلنا إليك قربت، وإذا ولينا عنك دعوت. إلهنا إنك قلت في كتابك المبين لمحمد خاتم النبيين: {قل للذين كفروا إن ينتهوا يغفر لهم ما قد سلف} [الأنفال:38]، فأرضاك عنهم الإقرار بكلمة التوحيد بعد الجحود، وإنا نشهد لك بالتوحيد مخبتين، ولمحمد صلى الله عليه وسلم بالرسالة مخلصين، فاغفر لنا بهذه الشهادة سوالف الإجرام، ولا تجعل حظنا فيه أنقص من حظ من دخل في الإسلام. إلهنا إنك أحببت التقرب إليك بعتق ما ملكت أيماننا، ونحن عبيدك وأنت أولى بالتفضل فأعتقنا، وإنك أمرتنا أن نتصدق على فقرائنا ونحن فقراؤك وأنت أحق بالتطول فتصدق علينا، ورغبتنا بالعفو عمن ظلمنا وقد ظلمنا أنفسنا وأنت أحق بالكرم منا فاعف عنا. ربنا اغفر لنا وارحمنا أنت مولانا. {ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار} [البقرة:201]. يا من لا يشغله شأن عن شأن ولا سمع عن سمع ولا تشتبه عليه الأصوات، يا من لا تغلطه المسائل ولا تختلف عليه اللغات، يا من لا يبرمه إلحاح الملحين ولا تضجره مسألة السائلين، أذقنا برد عفوك وحلاوة مناجاتك.
Terjemahan Bahasa Indonesia
Wahai Yang menguasai kebutuhan orang yang memohon dan mengetahui isi hati orang yang diam! Tidak ada tuhan lain bersama-Mu yang dapat diseru, tidak ada pencipta di atas-Mu yang perlu ditakuti, tidak ada menteri yang harus didatangi, dan tidak ada penjaga pintu yang harus disuap. Semakin banyak permohonan, semakin bertambah kemurahan-Mu; semakin banyak kebutuhan, semakin besar karunia dan kebaikan-Mu. Ya Allah, Engkau memberikan nikmat berturut-turut hingga jiwa merasa tenteram dengannya. Engkau menunjukkan pelajaran hingga benda yang diam menyatakan bukti-Mu; melipatgandakan anugerah hingga para wali-Mu mengakui kekurangan mereka dalam memenuhi hak-Mu; dan memperlihatkan tanda hingga langit dan bumi menyatakan bukti-Mu. Engkau menundukkan dengan kuasa-Mu hingga segala sesuatu tunduk kepada kemuliaan-Mu dan wajah merendah di hadapan kebesaran-Mu. Jika hamba-Mu berbuat buruk, Engkau bersabar dan memberi waktu; jika mereka berbuat baik, Engkau mengaruniakan dan menerima; jika mereka durhaka, Engkau menutupi; jika berdosa, Engkau memaafkan dan mengampuni. Ketika kami berdoa, Engkau menjawab; ketika menyeru, Engkau mendengar; ketika mendekat, Engkau mendekatkan; ketika berpaling, Engkau memanggil kami kembali. Ya Allah, dalam Kitab-Mu yang jelas Engkau berfirman kepada Muhammad, penutup para nabi, “Katakan kepada orang kafir: jika mereka berhenti, dosa yang telah lalu akan diampuni.” [Al-Anfal8:38] Pengakuan akan keesaan-Mu setelah pengingkaran membuat-Mu rida kepada mereka. Kami bersaksi dengan rendah hati akan keesaan-Mu dan dengan tulus akan kerasulan Muhammad. Ampunilah pelanggaran kami yang lalu dengan kesaksian ini, dan jangan jadikan bagian kami lebih sedikit daripada orang yang baru masuk Islam. Ya Allah, Engkau menyukai kedekatan kepada-Mu melalui pembebasan orang yang kami miliki. Kami adalah hamba-Mu, dan Engkau lebih layak memberi karunia, maka bebaskanlah kami. Engkau memerintahkan kami bersedekah kepada orang miskin; kamilah orang yang membutuhkan-Mu, dan Engkau lebih layak memberi dengan murah hati, maka berilah kami. Engkau menganjurkan kami memaafkan orang yang menzalimi kami; kami telah menzalimi diri sendiri, dan Engkau lebih layak berbuat mulia daripada kami, maka maafkanlah kami. Tuhan kami, ampunilah dan rahmatilah kami; Engkaulah Pelindung kami. “Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan di akhirat, serta lindungilah kami dari siksa neraka.” [Al-Baqarah2:201] Wahai Yang tidak disibukkan suatu urusan dari urusan lain, ataupun mendengar suatu suara dari suara lain, dan tidak dibingungkan oleh berbagai suara! Permohonan tidak membingungkan-Mu dan berbagai bahasa tidak tersamar bagi-Mu. Desakan orang yang terus memohon tidak melelahkan-Mu, dan permintaan para pemohon tidak mengganggu-Mu. Berilah kami kesejukan maaf-Mu dan manisnya bermunajat kepada-Mu.
يوسف النبهاني، جامع الثناء على الله، الورد الأول،77–78