Seluruh ciptaan menunjukkan keesaan Allah
Pujian atau munajat dari sumber yang disebutkan, bukan hadis Nabi. Bagian yang dipilih dilengkapi hingga akhir yang tersambung dalam naskah asli. Penyandaran dalam sumber dicantumkan tanpa menetapkan kesahihan sanadnya.
الحمد لله الذي حجت الألباب بدائع حكمه، وخصمت العقول لطائف حججه، وقطعت عذر الملحدين عجائب صنعه، وهتفت في أسماع العالمين ألسن أدلته، شاهدة أنه الله الذي لا إله إلا هو، الذي لا عدل له معادل، ولا مثل له مماثل، ولا شريك له مظاهر، ولا ولد له ولا والد، ولم يكن له صاحبة ولا كفوًا أحد؛ وأنه الجبار الذي خضعت لجبروته الجبابرة، والعزيز الذي ذلت لعزته الملوك الأعزة، وخشعت لمهابة سطوته ذوو المهابة، وأذعن له جميع الخلق بالطاعة طوعًا وكرهًا، كما قال الله جل ثناؤه وتقدست أسماؤه: {ولله يسجد من في السماوات والأرض طوعًا وكرهًا وظلالهم بالغدو والآصال} [الرعد:15]. فكل موجود إلى وحدانيته داع، وكل محسوس إلى ربوبيته هاد، بما وسمهم به من آثار الصنعة، من نقص وزيادة، وعجز وحاجة، وتصرف في عاهات عارضة، ومقارنة أحداث لازمة، لتكون له الحجة البالغة.
Terjemahan Bahasa Indonesia
Segala puji bagi Allah, yang keajaiban hikmah-Nya memberikan bukti kepada akal, kehalusan hujah-Nya mengalahkan penalaran, keajaiban ciptaan-Nya memutus alasan orang-orang yang menyangkal-Nya, dan tanda-tanda bukti-Nya menyerukan ke telinga seluruh manusia kesaksian bahwa Dialah Allah, tiada tuhan selain Dia. Tiada tandingan yang setara dengan-Nya, tiada sesuatu yang serupa dengan-Nya, dan tiada sekutu yang membantu-Nya. Dia tidak mempunyai anak ataupun orang tua, dan Dia tidak mempunyai pasangan maupun siapa pun yang setara dengan-Nya. Dialah Yang Mahaperkasa, yang di hadapan kekuasaan-Nya para penguasa zalim tunduk, dan Yang Mahamulia, yang di hadapan kemuliaan-Nya raja-raja yang berkuasa merendah. Orang-orang yang disegani pun tunduk karena kedahsyatan kekuatan-Nya, dan seluruh makhluk patuh kepada-Nya, baik dengan suka rela maupun terpaksa, sebagaimana Allah, yang luhur pujian-Nya dan suci nama-nama-Nya, berfirman: “Kepada Allah bersujud siapa pun yang ada di langit dan di bumi, dengan suka rela maupun terpaksa, serta bayang-bayang mereka pada pagi dan petang” [Ar-Ra'd 13:15]. Setiap yang ada menyerukan keesaan-Nya, dan setiap yang dapat dirasakan menuntun kepada pengakuan akan ketuhanan-Nya melalui tanda-tanda penciptaan yang Dia letakkan pada mereka: kekurangan dan pertambahan, ketidakmampuan dan kebutuhan, perubahan akibat gangguan yang datang, serta keadaan-keadaan yang tak terelakkan yang menyertai mereka, sehingga milik-Nyalah hujah yang sempurna.
الطبري، جامع البيان، مقدمة المؤلف،1/17