Kegelisahan orang yang menyangkal Allah
Munajat sastra yang dikutip dari al-Basaʾir wa al-Dhakhaʾir karya Abu Hayyan al-Tawhidi; bukan hadis Nabi.
إلهي: وأنت الظاهر الذي لا يجحدك جاحد إلا زايلته الطمأنينة، وأسلمه اليأس، وأوحشه القنوط، ورحلت عنه العصمة، فتردد بين رجاء قد نأى عنه التوفيق، وبين أمل قد حفت به الخيبة، وطمع يحوم على أرجاء التكذيب، وسر قد أطاف به الشقاء، وعلانية أناف عليها البلاء، لا يرى إلا موهون المنة، مفسوخ القوة، مسلوب العدة، تشنؤه العين، وتقلاه النفس، عقله عقل طائر، ولبه لب حائر، وحكمه حكم جائر، لا يروم قراراً إلا أزعج عنه، ولا يستفتح باباً إلا أرتج دونه، ولا يقبس ضرماً إلا أجج عليه، عبرته موصولة العبرة، وحسرته موقوفة على الحسرة، إن سمع زيف، وإن قال حرف، وإن قضى خرف، وإن احتج زخرف، ولو فاء إلى الحق لوجد ظله ظليلاً، وأصاب تحته مثوى ومقيلاً.
Terjemahan Bahasa Indonesia
Ya Allahku, Engkaulah Yang Nyata. Siapa yang menyangkal-Mu kehilangan ketenteraman, diserahkan kepada keputusasaan dan kesepian, serta kehilangan perlindungan. Ia terombang-ambing antara harapan yang jauh dari bimbingan, cita-cita yang dikelilingi kekecewaan, dan keinginan yang berkisar di batas pendustaan. Kesengsaraan meliputi batinnya dan cobaan menimpa kehidupan lahiriahnya. Kekuatannya melemah, dayanya terurai dan bekalnya dirampas. Mata tidak menyukainya dan jiwa berpaling darinya. Pikirannya gelisah, pemahamannya bingung dan keputusannya tidak adil. Setiap kali ia mencari ketenangan, ia terusik; setiap pintu yang diketuk tertutup, dan setiap percikan yang diambil menyala melawannya. Air matanya menyusul air mata dan dukanya menyusul duka. Saat mendengar ia memalsukan, saat berbicara ia menyimpangkan, saat menghakimi ia berkata bodoh, dan saat berdebat ia menghias kebatilan. Namun, jika ia kembali kepada kebenaran, ia akan menemukan naungannya yang teduh serta tempat tinggal dan istirahat di bawahnya.
Abu Hayyan al-Tawhidi · al-Basaʾir wa al-Dhakhaʾir