Bertawakal dan meminta pertolongan Allah
Munajat sastra yang dikutip dari al-Basaʾir wa al-Dhakhaʾir karya Abu Hayyan al-Tawhidi; bukan hadis Nabi.
اللهم: عليك أتوكل، وبك أستعين، وفيك أوالي، وإليك أنتسب، ومنك أفرق، ومعك أستأنس، ولك أمجد، وإياك أسأل لساناً سمحاً بالصدق، وصدراً قد ملئ بالحق، وأملاً منقطعاً عن الخلق، وحالاً مكنونها يبوئ الجنة، وظاهرها يحقق النعمة والمنة، وعاقبة تنسي ما سلف، وتتصل بما يتمنى ويتوكف. وأسألك اللهم كبداً رجوفاً خوفاً منك، ودمعاً نطوفاً شوقاً إليك، ونفساً عزوفاً إذعاناً لك، وسراً ناقعاً ببرد الإيمان بك، ونهاراً مشتملاً على ما كسب مرضاتك، وليلاً حاوياً لما أزلف لديك.
Terjemahan Bahasa Indonesia
Ya Allah, kepada-Mu aku bertawakal dan dengan-Mu aku memohon pertolongan. Demi-Mu aku menjalin kesetiaan, dan kepada-Mu aku merasa menjadi milik. Aku takut kepada-Mu, merasa tenteram bersama-Mu dan memuliakan-Mu. Aku memohon lidah yang mudah berkata benar, dada yang dipenuhi kebenaran, harapan yang tidak bergantung kepada makhluk, serta keadaan yang batinnya mengantar ke surga dan lahiriahnya mewujudkan nikmat dan karunia. Berilah aku akhir yang membuat kesulitan masa lalu terlupakan dan menyambung kepada apa yang dicita-citakan dan dinantikan. Ya Allah, aku memohon hati yang bergetar karena takut kepada-Mu, air mata yang mengalir karena rindu kepada-Mu, jiwa yang berpaling dari gangguan karena tunduk kepada-Mu, batin yang sejuk oleh iman kepada-Mu, siang yang dipenuhi amal yang meraih rida-Mu, dan malam yang berisi hal-hal yang mendekatkanku kepada-Mu.
Abu Hayyan al-Tawhidi · al-Basaʾir wa al-Dhakhaʾir