Dua CollectionDoa · Zikir · Mengingat Allah
♡ Dukung perpustakaan

Siapa yang menunjukkan kepada kebaikan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya.
Sahih Muslim · 1893

Doa 1091

Keterbatasan akal dan pujian manusia

Munajat atau pujian dari Taharat al-Qulub karya Abdul Aziz al-Dirini, bukan hadis Nabi. Dilengkapi dari naskah cetak asli dengan memakai bacaan edisi Dar al-Kutub al-Ilmiyyah tahun 2003.

إلهي كيف يحيط بك عقل أنت خلقته، أم كيف يدركك بصر أنت شققته، أم كيف يدنو منك فكر أنت وفقته، أم كيف يحصي الثناء عليك لسان أنت أنطقته؟ إذا تلمحت عظمتك أبصار البصائر عادت بنور سلطانك كليلة، وإذا تجمعت عظائم الجرائم كانت في جنب عفوك قليلة. سبقت السبق فأنت الأول، وخلقت الخلق فعليك المعول، ووعدت إذ جدت يا خير من تطول. عجبا للقلوب كيف استأنست بسواك، والأرواح كيف استقرت والأسرار بنور البصائر تراك، والألسن كيف شكرت من لا يقدر على شيء لولاك، والأقدام كيف سعت إلى غير رضاك؟

Terjemahan Bahasa Indonesia

Tuhanku, bagaimana akal yang Engkau ciptakan dapat meliputi-Mu? Bagaimana mata yang Engkau bukakan dapat menangkap-Mu sepenuhnya? Bagaimana pikiran yang Engkau bimbing dapat mendekati-Mu? Bagaimana lidah yang Engkau buat berbicara dapat menghitung seluruh pujian kepada-Mu? Ketika mata batin memandang kebesaran-Mu, pandangan itu menjadi lemah oleh cahaya kekuasaan-Mu. Ketika dosa-dosa besar berkumpul, semuanya kecil dibandingkan ampunan-Mu. Engkau mendahului keterdahuluan itu sendiri: Engkaulah Yang Awal. Engkau menciptakan segala makhluk, maka kepada-Mu tempat bersandar. Engkau berjanji ketika melimpahkan kemurahan-Mu, wahai sebaik-baik Pemberi karunia. Sungguh mengherankan, bagaimana hati dapat merasa tenteram dengan selain-Mu; bagaimana jiwa dapat tenang, padahal batinnya menyaksikan-Mu dengan cahaya penglihatan hati; bagaimana lidah berterima kasih kepada mereka yang tidak mampu berbuat apa pun tanpa-Mu; dan bagaimana kaki berusaha menuju sesuatu selain keridaan-Mu!

عبد العزيز الديريني، طهارة القلوب والخضوع لعلام الغيوب، دار الكتب العلمية، ٢٠٠٣

Kembali ke kartu ini

Kunjungan situs…