Berdoa karena kemurahan dan kesantunan Allah
Munajat atau pujian dari Taharat al-Qulub karya Abdul Aziz al-Dirini, bukan hadis Nabi. Dilengkapi dari naskah cetak asli dengan memakai bacaan edisi Dar al-Kutub al-Ilmiyyah tahun 2003.
إلهي كيف يناجيك في الصلوات من يعصيك في الخلوات لولا حلمك، أم كيف يدعوك في الحاجات من ينساك عند الشهوات لولا فضلك، أم كيف تنام العيون وفي كل ليلة تقول هل من تائب، هل من مستغفر، هل من سائل، أم كيف كفت الأكف عن سؤالك وسيل الجود سائل، أم كيف ينقطع عنك من لم تقطع عنه الوسائل، أم كيف يباع الباقي بالفاني وإنما هي أيام قلائل؟ اللهم ارزقنا حسن الإقبال عليك والإصغاء إليك والفهم عنك والبصيرة في أمرك والنفاذ في طاعتك والمواظبة على إرادتك والمبادرة إلى خدمتك وحسن الأدب في معاملتك والتسليم إليك والرضا بقضائك.
Terjemahan Bahasa Indonesia
Tuhanku, tanpa kelembutan-Mu, bagaimana orang yang mendurhakai-Mu saat sendirian dapat bermunajat kepada-Mu dalam salat? Tanpa karunia-Mu, bagaimana orang yang melupakan-Mu ketika mengikuti keinginan dapat berdoa kepada-Mu saat membutuhkan sesuatu? Bagaimana mata dapat tidur, padahal setiap malam Engkau berkata, “Adakah yang bertobat? Adakah yang memohon ampun? Adakah yang meminta?” Bagaimana tangan berhenti memohon kepada-Mu, padahal aliran kemurahan-Mu terus mengalir? Bagaimana seseorang memutus hubungan dengan-Mu, padahal Engkau tidak memutus jalan menuju-Mu? Bagaimana yang abadi dijual demi yang sementara, padahal ini hanya beberapa hari? Ya Allah, anugerahkan kepada kami cara yang baik dalam menghadap kepada-Mu, kesungguhan mendengarkan-Mu, pemahaman dari-Mu, pengertian yang terang tentang perintah-Mu, keteguhan dalam menaati-Mu, ketekunan mencari-Mu, kesigapan mengabdi kepada-Mu, adab yang baik dalam hubungan dengan-Mu, kepasrahan kepada-Mu, dan keridaan terhadap ketetapan-Mu.
عبد العزيز الديريني، طهارة القلوب والخضوع لعلام الغيوب، دار الكتب العلمية، ٢٠٠٣