Kehidupan salaf · halaman 17
الخوف والخشية: عن نافع قال: كان عبد الله بن عمر رضى الله عنه إذا قرأ: " أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَن تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ " [الحديد:16] بكى حتى يغلبه البكاء. [صفة الصفوة 1/274].
Cara membaca
Al-khawfu wal-khashyatu: ʿAn Nāfiʿin qāla: Kāna ʿAbdullāhi bnu ʿUmara raḍiyallāhu ʿanhu idhā qaraʾa: A-lam yaʾni lilladhīna āmanū an takhshaʿa qulūbuhum lidhikrillāh. [Al-Ḥadīd:16] bakā ḥattā yaghlibahul-bukāʾ. [Ṣifatuṣ-Ṣafwah 1/274].
Terjemahan Bahasa Indonesia
Rasa takut dan khasyah: Dari Nafi‘, ia berkata: Abdullah bin Umar, semoga Allah meridainya, apabila membaca, “Belumkah tiba waktunya bagi orang-orang beriman agar hati mereka tunduk untuk mengingat Allah?” [Al-Hadid:16], menangis hingga tangisan menguasainya. [Sifat ash-Shafwah 1/274].
Sumber: Nasihat dan renungan; atribusi mengikuti kartu sumber (Kehidupan salaf · halaman 17). Ayat dan riwayat yang dikutip mengikuti rujukan dalam teks asal.