Kehidupan salaf · halaman 17
الخوف والخشية: عن عبد الرحمن بن زيد بن أسلم: أنه ذكر عمر وأبا بكر ابني المنكدر رحمهما الله، قال: لما حضر أحدَهما الموتُ بكى، فقيل له: ما يبكي؟ إن كنا لنغبطك بهذا اليوم!، قال: أما والله ما أبكي أن أكون ركبت شيئا من معاصي الله اجتراء على الله، ولكني أخاف أن أكون أتيت شيئا هينا، وهو عند الله عظيم، قال: وبكى الآخر عند الموت، فقيل له مثل ذلك فقال: إني سمعت الله يقول لقوم: " وَبَدَا لَهُمْ مِنَ اللَّهِ مَا لَمْ يَكُونُوا يَحْتَسِبُونَ " [الزمر: 47] فأنا أنتظر ما ترون، والله ما أدري ما يبدو لي. [موسوعة ابن أبي الدنيا 5/358].
Cara membaca
Al-khawfu wal-khashyatu: ʿAn ʿAbdir-Raḥmāni bni Zaydi bni Aslama: Annahu dhakara ʿUmara wa Abā Bakrin ibnayil-Munkadiri raḥimahumallāhu, qāla: Lammā ḥaḍara aḥadahumal-mawtu bakā, faqīla lahu: Mā yubkī? In kunnā lanaghbiṭuka bihādhal-yawm! Qāla: Amā wallāhi mā abkī an akūna rakibtu shayʾan min maʿāṣillāhi ijtirāʾan ʿalallāhi, wa lākinnī akhāfu an akūna ataytu shayʾan hayyinan, wa huwa ʿindallāhi ʿaẓīmun, qāla: Wa bakal-ākharu ʿindal-mawti, faqīla lahu mithlu dhālika faqāla: Innī samiʿtullāha yaqūlu liqawmin: Wa badā lahum minallāhi mā lam yakūnū yaḥtasibūn. [Az-Zumar:47] fa-anā antaẓiru mā tarawna, wallāhi mā adrī mā yabdū lī. [Mawsūʿatu Ibni Abid-Dunyā 5/358].
Terjemahan Bahasa Indonesia
Rasa takut dan khasyah: Dari Abdurrahman bin Zaid bin Aslam, bahwa ia menyebut Umar dan Abu Bakar, kedua putra al-Munkadir, semoga Allah merahmati keduanya. Ia berkata: Ketika kematian mendatangi salah seorang dari keduanya, ia menangis. Ditanyakan kepadanya: Apa yang membuatmu menangis? Sungguh kami merasa iri kepadamu atas hari ini! Ia menjawab: Demi Allah, aku tidak menangis karena pernah melakukan kemaksiatan terhadap Allah dengan berani menentang-Nya. Akan tetapi, aku takut pernah melakukan sesuatu yang ringan padahal besar di sisi Allah. Ia berkata: Yang satunya pun menangis ketika menghadapi kematian. Ditanyakan hal serupa, lalu ia berkata: Aku mendengar Allah berfirman kepada suatu kaum, “Tampaklah bagi mereka dari Allah apa yang tidak pernah mereka perkirakan.” [Az-Zumar:47]. Aku sedang menantikan apa yang kalian lihat. Demi Allah, aku tidak tahu apa yang akan tampak bagiku. [Ensiklopedia Ibnu Abi ad-Dunya 5/358].
Sumber: Nasihat dan renungan; atribusi mengikuti kartu sumber (Kehidupan salaf · halaman 17). Ayat dan riwayat yang dikutip mengikuti rujukan dalam teks asal.