Kehidupan para salaf · halaman 17
الخوف والخشية: عن جعفر بن سليمان قال: بكى ثابت البناني رحمه الله حتى كادت عينه تذهب فجاؤوا برجل يعالجها. فقال: أعالجها على أن تطيعني. قال: وأي شيء؟ قال: على أن لا تبكي. قال: فما خيرهما إن لم تبكيا وأبى أن يتعالج. [الحلية (تهذيبه) 1 / 405].
Cara membaca
Al-khawfu wal-khashyah: ʿan Jaʿfar ibn Sulaymāna qāla: Bakā Thābitul-Bunānī raḥimahullāhu ḥattā kādat ʿaynuhu tadhhabu, fajāʾū birajulin yuʿālijuhā. Faqāla: Uʿālijuhā ʿalā an tuṭīʿanī. Qāla: Wa ayyu shayʾin? Qāla: ʿAlā an lā tabkiya. Qāla: Famā khayruhumā in lam tabkiyā? Wa abā an yataʿālaja. [Al-Ḥilyah (tahdhībuhu) 1/405].
Terjemahan Bahasa Indonesia
Rasa takut dan gentar: Ja‘far bin Sulaiman berkata: Tsabit Al-Bunani, semoga Allah merahmatinya, menangis sampai matanya hampir rusak. Mereka mendatangkan seseorang untuk mengobatinya. Orang itu berkata: Aku akan mengobatinya dengan syarat engkau menaatiku. Ia bertanya: Dalam hal apa? Orang itu menjawab: Jangan menangis. Ia berkata: Apa gunanya kedua mata itu jika tidak menangis? Ia pun menolak berobat. [Al-Hilyah (ringkasan) 1/405].
Sumber: Nasihat dan renungan; atribusi mengikuti kartu sumber (Kehidupan para salaf · halaman 17). Ayat dan riwayat yang dikutip mengikuti rujukan dalam teks asal.