Menikahkan putri dengan orang bertakwa
تزويج الأبناء والبنات: قال رجل للحسن رحمه الله: إن لي بُنَيّة وإنها تُخْطَب، فمِمَن أُزَوِّجها؟ فقال: زوجها ممن يتقِي اللهّ، فإن أحبّها أكرمها، وإن أبغضها لم يَظْلِمها. [عيون الأخبار 4/308، موسوعة ابن أبي الدنيا 8/39].
Cara membaca
Tazwījul-abnāʾi wal-banāt: Qāla rajulun lil-Ḥasani raḥimahullāh: inna lī bunayyatan wa innahā tukhṭabu, famimman uzawwijuhā? Faqāla: zawwijhā mimman yattaqillāha, fa-in aḥabbahā akramahā, wa in abghaḍahā lam yaẓlimhā. [ʿUyūn al-Akhbār 4/308, Mawsūʿat Ibn Abid-Dunyā 8/39].
Terjemahan Bahasa Indonesia
Menikahkan putra dan putri: Seorang lelaki berkata kepada al-Hasan, semoga Allah merahmatinya: “Aku memiliki seorang putri kecil yang sedang dilamar. Dengan siapa aku menikahkannya?” Ia menjawab: “Nikahkanlah dengan orang yang bertakwa kepada Allah. Jika mencintainya, ia akan memuliakannya; jika membencinya, ia tidak akan menzaliminya.” [Uyun al-Akhbar 4/308, Ensiklopedia Ibnu Abi ad-Dunya 8/39].
Sumber: Nasihat dan renungan; atribusi mengikuti kartu sumber (Menikahkan putri dengan orang bertakwa). Ayat dan riwayat yang dikutip mengikuti rujukan dalam teks asal.