Dua CollectionDoa · Zikir · Mengingat Allah
♡ Dukung perpustakaan

Siapa yang menunjukkan kepada kebaikan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya.
Sahih Muslim · 1893

Nasihat 2231

Kehidupan para salaf · halaman 20

حفظ اللسان من القول على الله بلا علم: سُئل سُحنون رحمه الله: أيَسَعُ العالِمَ أن يقول: لا أدري فيما يدري؟ قال: أمَّا ما فيه كتابٌ أو سنةٌ ثابتة فلا، وأما ما كان من هذا الرأي، فإِنَّه يَسَعُهُ ذلك، لأنه لا يدري أمصيب هو أم مخطِئ. [السير (تهذيبه) 2/982].

Cara membaca

Ḥifẓul-lisāni minal-qawli ʿalallāhi bilā ʿilmin: Suʾila Saḥnūnun raḥimahullāhu: Ayasaʿul-ʿālima an yaqūla lā adrī fīmā yadrī? Qāla: Ammā mā fīhi kitābun aw sunnatun thābitatun falā, wa ammā mā kāna min hādhar-raʾyi fa-innahu yasaʿuhu dhālika, li-annahu lā yadrī amuṣībun huwa am mukhṭiʾun. [As-Siyar (tahdhībuhu) 2/982].

Terjemahan Bahasa Indonesia

Menjaga lisan dari berbicara tentang Allah tanpa ilmu: Sahnun, semoga Allah merahmatinya, ditanya: Bolehkah seorang alim mengatakan “Aku tidak tahu” mengenai sesuatu yang diketahuinya? Ia menjawab: Jika ada keterangan Kitab atau sunah yang sahih, tidak boleh. Adapun perkara yang termasuk pendapat ini, ia boleh mengatakan demikian karena tidak tahu apakah pendapatnya benar atau salah. [As-Siyar (ringkasan) 2/982].

Sumber: Nasihat dan renungan; atribusi mengikuti kartu sumber (Kehidupan para salaf · halaman 20). Ayat dan riwayat yang dikutip mengikuti rujukan dalam teks asal.

Kembali ke kartu ini

Kunjungan situs…