Dua CollectionDoa · Zikir · Mengingat Allah
♡ Dukung perpustakaan

Siapa yang menunjukkan kepada kebaikan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya.
Sahih Muslim · 1893

Nasihat 2252

Kehidupan salaf · halaman 20

قال يحيى بن معاذ رحمه الله: القلوب كالقدور في الصدور تغلي بما فيها، ومغارفها ألسنتها فانتظر الرجل حتى يتكلم، فإن لسانه يغترف لك ما في قلبه، من بين حلو وحامض وعذب وأجاج، يخبرك عن طعم قلبه اغتراف لسانه. [الحلية (تهذيبه) 3 / 265].

Cara membaca

Qāla Yaḥyā bnu Muʿādhin raḥimahullāhu: Al-qulūbu kal-qudūri fiṣ-ṣudūri taghlī bimā fīhā, wa maghārifuhā alsinatuhā fantaẓirir-rajula ḥattā yatakallama, fa-inna lisānahu yaghtarifu laka mā fī qalbihi, min bayni ḥulwin wa ḥāmiḍin wa ʿadhbin wa ujājin, yukhbiruka ʿan ṭaʿmi qalbihi ightirāfu lisānih. [Al-Ḥilyah (Tahdhībuhu) 3/265].

Terjemahan Bahasa Indonesia

Yahya bin Mu‘adz, semoga Allah merahmatinya, berkata: Hati seperti periuk dalam dada, mendidih dengan isinya. Sendoknya adalah lisan. Tunggu seseorang hingga berbicara, karena lisannya menyendokkan untukmu apa yang ada dalam hatinya: manis, asam, tawar, atau asin. Sendokan lisannya memberi tahumu rasa hatinya. [Al-Hilyah (ringkasannya) 3/265].

Sumber: Nasihat dan renungan; atribusi mengikuti kartu sumber (Kehidupan salaf · halaman 20). Ayat dan riwayat yang dikutip mengikuti rujukan dalam teks asal.

Kembali ke kartu ini

Kunjungan situs…