Kehidupan para salaf · halaman 21
أهمية تذكر الموت والاستعداد له: روي عن سعيد بن جبير رحمه الله أنه قال: لو فارقَ ذِكر الموتِ قلبي، لخِشيتُ أن يفسد عليَّ قلبي. [السير (تهذيبه) 2/506].
Cara membaca
Ahammiyyatu tadhakkuril-mawti wal-istiʿdādi lahu: Ruwiya ʿan Saʿīdin ibn Jubayrin raḥimahullāhu annahu qāla: Law fāraqa dhikrul-mawti qalbī, lakhashītu an yafsuda ʿalayya qalbī. [As-Siyar (tahdhībuhu) 2/506].
Terjemahan Bahasa Indonesia
Pentingnya mengingat kematian dan mempersiapkan diri menghadapinya: Diriwayatkan dari Sa‘id bin Jubair, semoga Allah merahmatinya, bahwa ia berkata: Seandainya ingatan akan kematian meninggalkan hatiku, aku takut hatiku akan rusak. [As-Siyar (ringkasan) 2/506].
Sumber: Nasihat dan renungan; atribusi mengikuti kartu sumber (Kehidupan para salaf · halaman 21). Ayat dan riwayat yang dikutip mengikuti rujukan dalam teks asal.