Kehidupan para salaf · halaman 21
أهمية تذكر الموت والاستعداد له: قال مالك بن دينار رحمه الله: عجبًا لِمَن يعلم أن الموت مَصيره، والقبر مورده، كيف تقرُّ بالدنيا عينُه؟ وكيف يطيب فيها عيشه؟ ثم يبكي. [صفة الصفوة 3/198].
Cara membaca
Ahammiyyatu tadhakkuril-mawti wal-istiʿdādi lahu: Qāla Māliku ibn Dīnārin raḥimahullāhu: ʿAjaban liman yaʿlamu annal-mawta maṣīruhu, wal-qabra mawriduhu, kayfa taqarru bid-dunyā ʿaynuhu? Wa kayfa yaṭību fīhā ʿayshuhu? Thumma yabkī. [Ṣifatuṣ-Ṣafwah 3/198].
Terjemahan Bahasa Indonesia
Pentingnya mengingat kematian dan mempersiapkan diri menghadapinya: Malik bin Dinar, semoga Allah merahmatinya, berkata: Sungguh mengherankan orang yang mengetahui bahwa kematian adalah kesudahannya dan kubur tempat yang akan didatanginya; bagaimana matanya merasa sejuk dengan dunia? Bagaimana hidupnya terasa nyaman di dalamnya? Kemudian ia menangis. [Shifat Ash-Shafwah 3/198].
Sumber: Nasihat dan renungan; atribusi mengikuti kartu sumber (Kehidupan para salaf · halaman 21). Ayat dan riwayat yang dikutip mengikuti rujukan dalam teks asal.