Menyusul Dia yang diharapkan ampunan-Nya
تمني بعض السلف الموت لاشتياقهم للقاء الله: عن عبد ربه بن صالح قال: دُخل على مكحول رحمه الله في مرضه الذي مات فيه، فقيل له: أحسن الله عافيتك أبا عبد الله؟ فقال: الإلحاق بمن يُرجى عفوه، خير من البقاء مع من لا يؤمن شره. [الحلية (تهذيبه) 2 / 180].
Cara membaca
Tamannī baʿḍiṣ-salafil-mawta lishtiyāqihim liliqāʾillāh: ʿAn ʿAbdi Rabbihi bni Ṣāliḥin qāla: dukhila ʿalā Makḥūlin raḥimahullāhu fī maraḍihilladhī māta fīhi, faqīla lahu: aḥsanallāhu ʿāfiyataka Abā ʿAbdillāh? Faqāla: al-ilḥāqu biman yurjā ʿafwuhu, khayrun minal-baqāʾi maʿa man lā yuʾmanu sharruh. [Al-Ḥilyah (Tahdhībuhu) 2 / 180].
Terjemahan Bahasa Indonesia
Keinginan sebagian salaf untuk meninggal karena rindu berjumpa Allah: Dari Abd Rabbih bin Shalih, ia berkata: Makhul, semoga Allah merahmatinya, dijenguk ketika menderita sakit yang menyebabkan kematiannya. Dikatakan kepadanya: “Semoga Allah memperbaiki kesehatanmu, wahai Abu Abdullah.” Ia menjawab: “Menyusul Dia yang diharapkan ampunan-Nya lebih baik daripada tinggal bersama orang yang keburukannya tidak aman darinya.” [al-Hilyah (edisi ringkas) 2 / 180].
Sumber: Nasihat dan renungan; atribusi mengikuti kartu sumber (Menyusul Dia yang diharapkan ampunan-Nya). Ayat dan riwayat yang dikutip mengikuti rujukan dalam teks asal.