Kehidupan Salaf · Halaman 21
ذم الطمع والبخل: قال عمر رضى الله عنه في خطبة: تعلمون أن الطمع فقر، وأن اليأس غنى، وأن الرجل إذا يئس من شيء استغنى عنه. [الحلية (تهذيبه)1 / 71].
Cara membaca
Dhammuṭ-ṭamaʿi wal-bukhli: Qāla ʿUmaru raḍiyallāhu ʿanhu fī khuṭbatin: Taʿlamūna annaṭ-ṭamaʿa faqrun wa annal-yaʾsa ghinan wa annar-rajula idhā yaʾisa min shayʾin istaghnā ʿanhu. Al-Ḥilyatu tahdhībuhu: wāḥidun / wāḥidun wa sabʿūna.
Terjemahan Bahasa Indonesia
Celaan terhadap keserakahan dan kekikiran: Umar, semoga Allah meridainya, berkata dalam khotbah: Kalian mengetahui bahwa keserakahan adalah kemiskinan dan berhenti mengharapkan sesuatu adalah kekayaan. Ketika seseorang tidak lagi mengharapkan sesuatu, ia tidak lagi membutuhkannya. [Al-Hilyah (ringkasannya) 1/71].
Sumber: Nasihat dan renungan; atribusi mengikuti kartu sumber (Kehidupan Salaf · Halaman 21). Ayat dan riwayat yang dikutip mengikuti rujukan dalam teks asal.