Dua musibah pada harta saat kematian
ذم الطمع والبخل: قال يحيى بن معاذ رحمه الله: مصيبتان لم يسمع الأوّلون والآخرون بمثلهما في ماله عند موته، قيل: ما هما؟ قال: يُؤْخَذُ منه كلُّه ويُسْأَل عنه كله. [صفة الصفوة 4/340].
Cara membaca
Dhammuṭ-ṭamaʿi wal-bukhl: Qāla Yaḥyā bnu Muʿādhin raḥimahullāh: muṣībatāni lam yasmaʿil-awwalūna wal-ākhirūna bimithlihimā fī mālihi ʿinda mawtihi, qīla: mā humā? Qāla: yuʾkhadhu minhu kulluhu wa yusʾalu ʿanhu kulluh. [Ṣifat aṣ-Ṣafwah 4/340].
Terjemahan Bahasa Indonesia
Kecaman terhadap ketamakan dan kekikiran: Yahya bin Muadz, semoga Allah merahmatinya, berkata: “Dua musibah pada hartanya ketika ia meninggal yang belum pernah didengar yang terdahulu maupun yang kemudian.” Ditanya: “Apakah keduanya?” Ia menjawab: “Seluruh hartanya diambil darinya, dan seluruhnya ditanyakan kepadanya.” [Shifat ash-Shafwah 4/340].
Sumber: Nasihat dan renungan; atribusi mengikuti kartu sumber (Dua musibah pada harta saat kematian). Ayat dan riwayat yang dikutip mengikuti rujukan dalam teks asal.