Kehidupan para salaf · halaman 24
Catatan teks sumber
Teks sumber menisbatkan ucapan “Sesungguhnya anakku termasuk keluargaku” kepada Allah, padahal dalam Hud:45 itu adalah ucapan Nuh. Terjemahan mempertahankan redaksi sumber; atribusinya perlu diperiksa.
ذم الجهل: قال عبد الله بن المبارك رحمه الله: من كان فيه خلة من الجهل، كان من الجاهلين، أما سمعت الله تعالى قال لنوح - عليه السلام -: " إِنَّ ابُنِي مِنْ أَهْلِي " [هود: 45] فقال الله: " إِنِّي أَعِظُكَ أَن تَكُونَ مِنَ الْجَاهِلِينَ " [هود: 46]. [الحلية (تهذيبه) 3 / 39].
Cara membaca
Dhammul-jahli: Qāla ʿAbdullāhi ibnul-Mubāraki raḥimahullāhu: Man kāna fīhi khullatun minal-jahli kāna minal-jāhilīna, amā samiʿtallāha taʿālā qāla li-Nūḥin ʿalayhis-salāmu: Inna ibnī min ahlī [Hūd:45], faqālallāhu: Innī aʿiẓuka an takūna minal-jāhilīna [Hūd:46]. [Al-Ḥilyah (tahdhībuhu) 3/39].
Terjemahan Bahasa Indonesia
Celaan terhadap kebodohan: Abdullah bin Al-Mubarak, semoga Allah merahmatinya, berkata: Orang yang memiliki satu sifat kebodohan termasuk orang-orang bodoh. Tidakkah engkau mendengar Allah Yang Mahatinggi berkata kepada Nuh—semoga keselamatan tercurah kepadanya—“Sesungguhnya anakku termasuk keluargaku” [Hud: 45], kemudian Allah berfirman: “Aku menasihatimu agar engkau tidak termasuk orang-orang bodoh” [Hud: 46]? [Al-Hilyah (ringkasan) 3/39].
Sumber: Nasihat dan renungan; atribusi mengikuti kartu sumber (Kehidupan para salaf · halaman 24). Ayat dan riwayat yang dikutip mengikuti rujukan dalam teks asal.