Dua CollectionDoa · Zikir · Mengingat Allah
♡ Dukung perpustakaan

Siapa yang menunjukkan kepada kebaikan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya.
Sahih Muslim · 1893

Nasihat 2577

Kehidupan para salaf · Halaman 24

Catatan teks sumber

Bagian kelima sumber menulis «خسة عملها» (keburukan yang dilakukan), tetapi kemudian berharap menambahnya; ini tampak bertentangan dan mungkin salah salin. Semua kata dipertahankan dalam Latin serta makna literalnya dalam terjemahan; diperlukan pemeriksaan sumber sebelum dipakai sebagai nasihat.

وصايا وتوجيهات وحِكَم: قال شقيق البلخي رحمه الله: استتمام صلاح عمل العبد بست خصال. تضرع دائم، وخوف من وعيده، والثاني: حسن ظنه بالمسلمين، والثالث: اشتغاله بعيبه لا يتفرغ لعيوب الناس، والرابع: يستر على أخيه عيبه، ولا يفشي في الناس عيبه رجاء رجوعه عن المعصية، واستصلاح ما أفسده من قبل، والخامس: ما اطلع عليه من خسة عملها استعظمها رجاء أن يرغب في الاستزادة منها، والسادسة: أن يكون صاحبه عنده مصيب. [الحلية (تهذيبه) 2 / 500].

Cara membaca

Waṣāyā wa tawjīhātun wa ḥikamun: Qāla Shaqīqul-Balkhiyyu raḥimahullāhu: Istitmāmu ṣalāḥi ʿamalil-ʿabdi bisitti khiṣālin. Taḍarruʿun dāʾimun, wa khawfun min waʿīdihi, wath-thānī: Ḥusnu ẓannihi bil-muslimīna, wath-thālithu: Ishtighāluhu biʿaybihi lā yatafarraghu liʿuyūbin-nāsi, war-rābiʿu: Yasturu ʿalā akhīhi ʿaybahu, wa lā yufshī fin-nāsi ʿaybahu rajāʾa rujūʿihi ʿanil-maʿṣiyati, wastiṣlāḥi mā afsadahu min qablu, wal-khāmisu: Mā iṭṭalaʿa ʿalayhi min khissatin ʿamilahā istaʿẓamahā rajāʾa an yarghaba fil-istizādati minhā, was-sādisatu: An yakūna ṣāḥibuhu ʿindahu muṣīban. [Al-Ḥilyatu (tahdhībuhu) 2/500].

Terjemahan Bahasa Indonesia

Wasiat, arahan, dan hikmah: Syaqiq Al-Balkhi, semoga Allah merahmatinya, berkata, “Kesempurnaan kebaikan amal seorang hamba diperoleh dengan enam sifat: terus merendahkan diri dan takut kepada ancaman-Nya. Kedua, berprasangka baik kepada kaum Muslim. Ketiga, sibuk dengan aibnya sendiri sehingga tidak punya waktu untuk aib orang lain. Keempat, menutupi aib saudaranya dan tidak menyebarkannya di antara manusia, dengan harapan saudaranya meninggalkan maksiat dan memperbaiki apa yang telah dirusaknya. Kelima, keburukan yang ia ketahui telah dilakukannya dianggapnya besar, dengan harapan ia terdorong untuk menambahnya. Keenam, menganggap temannya berada pada kebenaran.” [Al-Hilyah (ringkasannya) 2/500].

Sumber: Nasihat dan renungan; atribusi mengikuti kartu sumber (Kehidupan para salaf · Halaman 24). Ayat dan riwayat yang dikutip mengikuti rujukan dalam teks asal.

Kembali ke kartu ini

Kunjungan situs…