Kehidupan para salaf · Halaman 25
ذم الغرور والعجب: قال أبو سليمان الداراني رحمه الله: كيف يعجب عاقل بعمله؟ وإنما يعد العمل نعمة من الله، إنما ينبغي له أن يشكر ويتواضع، وإنما يعجب بعمله القدرية الذين يزعمون أنهم يعملون، فأما من زعم أنه مستعمل بأي شيء يعجب؟ [الحلية (تهذيبه) 3 / 187].
Cara membaca
Dhammul-ghurūri wal-ʿujbi: Qāla Abū Sulaymānad-Dārāniyyu raḥimahullāhu: Kayfa yuʿjabu ʿāqilun biʿamalihi? Wa innamā yaʿuddul-ʿamala niʿmatan minallāhi, innamā yanbaghī lahu an yashkura wa yatawāḍaʿa, wa innamā yuʿjabu biʿamalihil-Qadariyyatulladhīna yazʿumūna annahum yaʿmalūna, fa-ammā man zaʿama annahu mustaʿmalun bi-ayyi shayʾin yuʿjabu? [Al-Ḥilyatu (tahdhībuhu) 3/187].
Terjemahan Bahasa Indonesia
Celaan terhadap keterpedayaan dan kekaguman diri: Abu Sulaiman Ad-Darani, semoga Allah merahmatinya, berkata, “Bagaimana orang berakal kagum terhadap amalnya? Ia seharusnya menganggap amal sebagai nikmat dari Allah, sehingga ia bersyukur dan rendah hati. Yang kagum terhadap amal mereka hanyalah kaum Qadariyah yang mengklaim bahwa mereka sendiri yang berbuat. Adapun orang yang meyakini dirinya diberi kemampuan untuk beramal, dengan apa ia akan membanggakan diri?” [Al-Hilyah (ringkasannya) 3/187].
Sumber: Nasihat dan renungan; atribusi mengikuti kartu sumber (Kehidupan para salaf · Halaman 25). Ayat dan riwayat yang dikutip mengikuti rujukan dalam teks asal.