Kehidupan para salaf · Halaman 25
ما قيل في العقل والعقلاء: قال وهب بن منبه رحمه الله: إني وجدت في بعض ما أنزل الله على أنبيائه: أن الشيطان لم يكابد شيئًا أشد عليه من مؤمن عاقل، وأنه يكابد مائة ألف جاهل فيسخر بهم، حتى يركب رقابهم، فينقادون له حيث شاء، ويكابد المؤمن العاقل فيصعب عليه حتى لا ينال منه شيئًا. [الحلية (تهذيبه) 2 / 37].
Cara membaca
Mā qīla fil-ʿaqli wal-ʿuqalāʾi: Qāla Wahbu bnu Munabbihin raḥimahullāhu: Innī wajadtu fī baʿḍi mā anzalallāhu ʿalā anbiyāʾihi: Annash-shayṭāna lam yukābid shayʾan ashadda ʿalayhi min muʾminin ʿāqilin, wa annahu yukābidu miʾata alfi jāhilin fayaskharu bihim, ḥattā yarkaba riqābahum, fayanqādūna lahu ḥaythu shāʾa, wa yukābidul-muʾminal-ʿāqila fayaṣʿubu ʿalayhi ḥattā lā yanāla minhu shayʾan. [Al-Ḥilyatu (tahdhībuhu) 2/37].
Terjemahan Bahasa Indonesia
Perkataan tentang akal dan orang-orang berakal: Wahb bin Munabbih, semoga Allah merahmatinya, berkata, “Aku menemukan dalam sebagian wahyu Allah kepada para nabi-Nya bahwa setan tidak menghadapi sesuatu yang lebih sulit daripada seorang mukmin berakal. Ia menghadapi seratus ribu orang bodoh, mempermainkan mereka hingga menunggangi leher mereka, dan mereka tunduk kepadanya ke mana pun ia kehendaki. Namun, ketika menghadapi mukmin berakal, hal itu begitu sulit baginya hingga ia tidak memperoleh apa pun darinya.” [Al-Hilyah (ringkasannya) 2/37].
Sumber: Nasihat dan renungan; atribusi mengikuti kartu sumber (Kehidupan para salaf · Halaman 25). Ayat dan riwayat yang dikutip mengikuti rujukan dalam teks asal.