Kehidupan para salaf · Halaman 25
ما قيل في العقل والعقلاء: عن الخليل بن أحمد رحمه الله قال: الناس أربعة، فكلِّم ثلاثة وواحدا لا تكلمه، قال: رجل يعلم وهو يعلم أنه يعلم: فكلمه. ورجل لا يعلم ولا يعلم أنه لا يعلم فكلمه. ورجل لا يعلم وهو يعلم أنه لا يعلم فكلمه. ورجل لا يعلم وهو يرى أنه يعلم فلا تكلمه. [موسوعة ابن أبي الدنيا 6/483].
Cara membaca
Mā qīla fil-ʿaqli wal-ʿuqalāʾi: ʿAnil-Khalīli bni Aḥmada raḥimahullāhu qāla: An-nāsu arbaʿatun, fakallim thalāthatan wa wāḥidan lā tukallimhu, qāla: Rajulun yaʿlamu wa huwa yaʿlamu annahu yaʿlamu: Fakallimhu. Wa rajulun lā yaʿlamu wa lā yaʿlamu annahu lā yaʿlamu fakallimhu. Wa rajulun lā yaʿlamu wa huwa yaʿlamu annahu lā yaʿlamu fakallimhu. Wa rajulun lā yaʿlamu wa huwa yarā annahu yaʿlamu falā tukallimhu. [Mawsūʿatu Ibni Abid-Dunyā 6/483].
Terjemahan Bahasa Indonesia
Perkataan tentang akal dan orang-orang berakal: Dari Al-Khalil bin Ahmad, semoga Allah merahmatinya, ia berkata, “Manusia ada empat macam. Berbicaralah dengan tiga macam, dan jangan berbicara dengan satu macam. Orang yang tahu dan mengetahui bahwa dirinya tahu: berbicaralah dengannya. Orang yang tidak tahu dan tidak mengetahui bahwa dirinya tidak tahu: berbicaralah dengannya. Orang yang tidak tahu dan mengetahui bahwa dirinya tidak tahu: berbicaralah dengannya. Orang yang tidak tahu tetapi menganggap dirinya tahu: jangan berbicara dengannya.” [Ensiklopedia Ibnu Abi Ad-Dunya 6/483].
Sumber: Nasihat dan renungan; atribusi mengikuti kartu sumber (Kehidupan para salaf · Halaman 25). Ayat dan riwayat yang dikutip mengikuti rujukan dalam teks asal.