Zikir ketika kembali dari perjalanan
((يُكَبِّرُ عَلَى كُلِّ شَرَفٍ ثَلاَثَ تَكْبِيرَاتٍ ثُمَّ يَقُولُ: لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ، وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، آيِبُونَ، تَائِبُونَ، عَابِدُونَ، لِرَبِّنا حَامِدُونَ، صَدَقَ اللَّهُ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَهَزَمَ الْأَحْزابَ وَحْدَهُ)).
Cara membaca
Yukabbiru ʿalā kulli sharafin thalātha takbīrātin thumma yaqūlu: Lā ilāha illallāhu waḥdahu lā sharīka lahu, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu, wa Huwa ʿalā kulli shayʾin qadīrun. Āyibūna, tāʾibūna, ʿābidūna, li-Rabbinā ḥāmidūna, ṣadaqallāhu waʿdahu, wa naṣara ʿabdahu, wa hazamal-aḥzāba waḥdahu.
Terjemahan Bahasa Indonesia
Ia bertakbir tiga kali di setiap tempat tinggi, kemudian mengucapkan: Tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya seluruh kerajaan dan segala puji, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Kami kembali, bertobat, beribadah, dan memuji Tuhan kami. Allah telah memenuhi janji-Nya, menolong hamba-Nya, dan mengalahkan pasukan sekutu seorang diri.
Sumber: Hisnul Muslim · Doa 217