Halaman 1
ذم المراء والجدال في الدين: قال أبو قلابة رحمه الله: لا تجالسوا أهل الأهواء، ولا تجادلوهم، فإني لا آمن أن يغمسوكم في الضلالة، أو يُلَبِّسُوا عليكم في الدين بعض ما لُبِّسَ عليهم. [الشريعة / 65 - 65].
Cara membaca
Dhammul-mirāʾi wal-jidāli fid-dīni: Qāla Abū Qilābata raḥimahullāhu: Lā tujālisū ahlal-ahwāʾi, wa lā tujādilūhum, faʾinnī lā āmanu an yaghmisūkum fiḍ-ḍalālati, aw yulabbisū ʿalaykum fid-dīni baʿḍa mā lubbisa ʿalayhim. Ash-Sharīʿatu khamsatun wa sittūna ilā khamsatin wa sittīna.
Terjemahan Bahasa Indonesia
Celaan terhadap perdebatan dan pertengkaran dalam agama: Abu Qilabah, semoga Allah merahmatinya, berkata: Jangan duduk bersama pengikut hawa nafsu dan jangan berdebat dengan mereka, sebab aku khawatir mereka menenggelamkan kalian dalam kesesatan atau mengaburkan agama kalian dengan sebagian hal yang telah dikaburkan bagi mereka. (Asy-Syariah, 65–65).
Sumber: Nasihat dan renungan; atribusi mengikuti kartu sumber (Halaman 1). Ayat dan riwayat yang dikutip mengikuti rujukan dalam teks asal.