Halaman 2
ما قيل في العلم والعلماء: عن إسحاق بن محمد بن عبد الله قال: سئل أبو بكر بن طاهر رحمه الله: ما بال الإنسان يحتمل من معلمه ما لا يحتمله من أبويه؟ فقال: لأن أبويه سبب حياته الفانية، ومعلمه سبب حياته الباقية. [المنتظم 14 / 16، 17].
Cara membaca
Mā qīla fil-ʿilmi wal-ʿulamāʾi: ʿAn Isḥāqa bni Muḥammadi bni ʿAbdillāhi qāla: Suʾila Abū Bakri bnu Ṭāhirin raḥimahullāhu: Mā bālul-insāni yaḥtamilu min muʿallimihi mā lā yaḥtamiluhu min abawayhi? Faqāla: Li-anna abawayhi sababu ḥayātihil-fāniyati, wa muʿallimahu sababu ḥayātihil-bāqiyati. [Al-Muntaẓamu 14/16, 17].
Terjemahan Bahasa Indonesia
Perkataan tentang ilmu dan ulama: Dari Ishaq bin Muhammad bin Abdullah, ia berkata: Abu Bakr bin Thahir, semoga Allah merahmatinya, ditanya, “Mengapa seseorang menanggung perlakuan gurunya yang tidak sanggup ditanggungnya dari kedua orang tuanya?” Ia menjawab, “Karena kedua orang tuanya adalah sebab kehidupan yang fana, sedangkan gurunya adalah sebab kehidupan yang kekal.” [Al-Muntazham 14/16, 17].
Sumber: Nasihat dan renungan; atribusi mengikuti kartu sumber (Halaman 2). Ayat dan riwayat yang dikutip mengikuti rujukan dalam teks asal.