Dua CollectionDoa · Zikir · Mengingat Allah
♡ Dukung perpustakaan

Siapa yang menunjukkan kepada kebaikan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya.
Sahih Muslim · 1893

Nasihat 3066

Halaman 5

أهمية وفضل الأمر بالمعروف والنهي عن المنكر، وعاقبة من تركه: عن علي بن الحسين رحمه الله قال: التارك للأمر بالمعروف والنهي عن المنكر، كنابذ كتاب الله وراء ظهره، إلا أن يتقي تقاة. قيل: وما تقاته؟ قال: يخاف جبارًا عنيدًا أن يفرط عليه أو أن يطغى. وقال أبو عبد الرحمن العُمريُّ الزاهدُ رحمه الله: إنَّ مِن غفلتك عن نفسك إعراضَك عن الله، بأن ترى ما يُسخطه فتجاوزَه، ولا تأمر، ولا تنهى خوفًا من المخلوق. من ترك الأمر بالمعروف خوف المخلوقين، نُزِعَتْ منه الهيبةُ، فلو أمر ولدَه، لا ستخفَّ به. [السير (تهذيبه) 2/765].

Cara membaca

Ahammiyyatu wa faḍlul-amri bil-maʿrūfi wan-nahyi ʿanil-munkari wa ʿāqibatu man tarakahu: ʿan ʿAliyyin ibnil-Ḥusayni raḥimahullāhu qāla: At-tāriku lil-amri bil-maʿrūfi wan-nahyi ʿanil-munkari kanābidhi Kitābillāhi warāʾa ẓahrihi, illā an yattaqiya tuqātan. Qīla: Wa mā tuqātuhu? Qāla: Yakhāfu jabbāran ʿanīdan an yafruṭa ʿalayhi aw an yaṭghā. Wa qāla Abū ʿAbdir-Raḥmānil-ʿUmariyyuz-Zāhidu raḥimahullāhu: Inna min ghaflatika ʿan nafsika iʿrāḍaka ʿanillāhi, bi-an tarā mā yuskhiṭuhu fatajāwazahu, wa lā taʾmuru wa lā tanhā khawfan minal-makhlūqi. Man tarakal-amra bil-maʿrūfi khawfal-makhlūqīna nuziʿat minhul-haybatu, falaw amara waladahu lastakhaffa bihi. [As-Siyar (tahdhībuhu) 2/765].

Terjemahan Bahasa Indonesia

Pentingnya dan keutamaan menyuruh kebaikan, melarang kemungkaran, serta akibat meninggalkannya: Ali bin Al-Husain, semoga Allah merahmatinya, berkata: Orang yang meninggalkan menyuruh kebaikan dan melarang kemungkaran seperti orang yang melempar Kitab Allah ke belakang punggungnya, kecuali ia menjaga diri karena takut. Ia ditanya: Takut apa? Ia menjawab: Takut seorang penguasa angkuh yang membangkang akan bertindak sewenang-wenang atau melampaui batas terhadapnya. Abu Abdurrahman Al-‘Umari Az-Zahid, semoga Allah merahmatinya, berkata: Di antara kelalaianmu terhadap dirimu adalah berpaling dari Allah dengan melihat sesuatu yang membuat-Nya murka lalu melewatinya tanpa menyuruh atau melarang karena takut kepada makhluk. Orang yang meninggalkan menyuruh kebaikan karena takut kepada makhluk akan dicabut kewibawaannya, sehingga jika menyuruh anaknya sendiri, anak itu meremehkannya. [As-Siyar (ringkasan) 2/765].

Sumber: Nasihat dan renungan; atribusi mengikuti kartu sumber (Halaman 5). Ayat dan riwayat yang dikutip mengikuti rujukan dalam teks asal.

Kembali ke kartu ini

Kunjungan situs…