Kubur hanyalah kunjungan
حال السلف مع القرآن: عن ميمون بن مهران قال: قرأ عمر بن عبد العزيز رحمه الله " أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ " [التكاثر: 1] فبكى ثم قال: " حَتَّى زُرْتُمُ المَقَابِرَ " [التكاثر: 2] ما أرى المقابر إلا زيارة، ولا بد لمن يزورها أن يرجع إلى الجنة أو إلى النار. [موسوعة ابن أبي الدنيا 3/255].
Cara membaca
Ḥāluṣ-salafi maʿal-Qurʾān: ʿAn Maymūni bni Mihrāna qāla: qaraʾa ʿUmaru bnu ʿAbdil-ʿAzīzi raḥimahullāh: Alhākumut-takāthur. (At-Takāthur: 1). Fabakā thumma qāla: Ḥattā zurtumul-maqābir. (At-Takāthur: 2). Mā aral-maqābira illā ziyāratan, wa lā budda liman yazūruhā an yarjiʿa ilal-jannati aw ilan-nār. [Mawsūʿat Ibn Abid-Dunyā 3/255].
Terjemahan Bahasa Indonesia
Keadaan salaf bersama Al-Qur’an: Dari Maimun bin Mihran, ia berkata: Umar bin Abdul Aziz, semoga Allah merahmatinya, membaca: “Bermegah-megahan telah melalaikan kalian.” (At-Takatsur: 1). Ia menangis lalu membaca: “Sampai kalian mengunjungi kuburan.” (At-Takatsur: 2). “Aku melihat kubur hanyalah kunjungan. Orang yang mengunjunginya pasti kembali menuju surga atau neraka.” [Ensiklopedia Ibnu Abi ad-Dunya 3/255].
Sumber: Nasihat dan renungan; atribusi mengikuti kartu sumber (Kubur hanyalah kunjungan). Ayat dan riwayat yang dikutip mengikuti rujukan dalam teks asal.