Halaman 10
الاحتساب: عن عبد الرحمن بن مَهدي رحمه الله قال: لولا أَنِّي أَكْرَهُ أن يُعصى الله، لتمنَّيتُ ألا يبقى أحدٌ في المِصْرِ إلاَّ اغْتابني! أيُّ شيءٍ أهنأُ من حَسنةٍ يجدُها الرجلُ في صحيفَتِه لم يَعْمَلْ بها؟!. [السير (تهذيبه) 2/817].
Cara membaca
Al-iḥtisābu: ʿAn ʿAbdir-Raḥmāni bni Mahdiyyin raḥimahullāhu qāla: Lawlā annī akrahu an yuʿṣallāhu, latamannaytu allā yabqā aḥadun fil-miṣri illā ightābanī! Ayyu shayʾin ahnaʾu min ḥasanatin yajiduhar-rajulu fī ṣaḥīfatihi lam yaʿmal bihā?! [As-Siyaru (tahdhībuhu) 2/817].
Terjemahan Bahasa Indonesia
Mengharapkan pahala: Dari Abdurrahman bin Mahdi, semoga Allah merahmatinya, ia berkata, “Jika bukan karena aku tidak suka Allah didurhakai, aku akan berharap semua orang di negeri ini menggunjingku! Apa yang lebih menyenangkan daripada kebaikan yang seseorang temukan dalam catatan amalnya, padahal ia tidak mengerjakannya?!” [As-Siyar (ringkasannya) 2/817].
Sumber: Nasihat dan renungan; atribusi mengikuti kartu sumber (Halaman 10). Ayat dan riwayat yang dikutip mengikuti rujukan dalam teks asal.