Halaman 11
حال السلف مع الفتن والمحن: قال ابن مسعود رضى الله عنه: لا يقل أحدكم: أعوذ بالله من الفتن، ولكن ليقل: أعوذ بالله من مضلات الفتن، ثم تلا: " إنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلاَدُكُمْ فِتْنَةٌ " [التغابن: 15] (قال ابن رجب رحمه الله: يشير إلى أنه لا يستعاذ من المال والولد، وهما فتنة. الجامع المنتخب/ 104) [الجامع المنتخب / 104].
Cara membaca
Ḥālus-salafi maʿal-fitani wal-miḥani: Qāla Ibnu Masʿūdin raḍiyallāhu ʿanhu: Lā yaqul aḥadukum: Aʿūdhu billāhi minal-fitani, wa lākin liyaqul: Aʿūdhu billāhi min muḍillātil-fitani. Thumma talā: Innamā amwālukum wa awlādukum fitnatun [At-Taghābun:15]. (Qāla Ibnu Rajabin raḥimahullāhu: Yushīru ilā annahu lā yustaʿādhu minal-māli wal-waladi, wa humā fitnatun. Al-Jāmiʿul-Muntakhab /104). [Al-Jāmiʿul-Muntakhab /104].
Terjemahan Bahasa Indonesia
Keadaan para salaf menghadapi ujian dan cobaan: Ibnu Mas‘ud, semoga Allah meridainya, berkata: Janganlah salah seorang dari kalian mengatakan, “Aku berlindung kepada Allah dari ujian,” tetapi katakanlah, “Aku berlindung kepada Allah dari ujian-ujian yang menyesatkan.” Kemudian ia membaca: “Harta dan anak-anak kalian hanyalah ujian” [At-Taghabun: 15]. (Ibnu Rajab, semoga Allah merahmatinya, berkata: Ia menunjukkan bahwa seseorang tidak berlindung dari harta dan anak, padahal keduanya ujian. Al-Jami‘ Al-Muntakhab /104). [Al-Jami‘ Al-Muntakhab /104].
Sumber: Nasihat dan renungan; atribusi mengikuti kartu sumber (Halaman 11). Ayat dan riwayat yang dikutip mengikuti rujukan dalam teks asal.