Kebaikan bagi orang yang sakit
حال السلف مع الفتن والمحن: عن الضحاك رحمه الله قال: لولا قراءة القرآن لسَّرني أن أكون صاحب فراش، وذاك أن المريض يُرفع عنه الحرج، ويكتب له صالح عمله وهو صحيح، ويكفر عنه سيئاته. [موسوعة ابن أبي الدنيا 4/248].
Cara membaca
Ḥāluṣ-salafi maʿal-fitani wal-miḥan: ʿAniḍ-Ḍaḥḥāki raḥimahullāhu qāla: lawlā qirāʾatul-Qurʾāni lasarranī an akūna ṣāḥiba firāshin, wa dhāka annal-marīḍa yurfaʿu ʿanhul-ḥaraju, wa yuktabu lahu ṣāliḥu ʿamalihi wa huwa ṣaḥīḥun, wa yukaffaru ʿanhu sayyiʾātuh. [Mawsūʿat Ibn Abid-Dunyā 4/248].
Terjemahan Bahasa Indonesia
Keadaan salaf menghadapi fitnah dan ujian: Dari adh-Dhahhak, semoga Allah merahmatinya, ia berkata: “Seandainya bukan karena membaca Al-Qur’an, aku senang menjadi orang yang terbaring di tempat tidur. Sebab orang sakit dibebaskan dari kesulitan, dicatat baginya amal saleh yang dilakukannya ketika sehat, dan dihapus keburukannya.” [Ensiklopedia Ibnu Abi ad-Dunya 4/248].
Sumber: Nasihat dan renungan; atribusi mengikuti kartu sumber (Kebaikan bagi orang yang sakit). Ayat dan riwayat yang dikutip mengikuti rujukan dalam teks asal.