Halaman 11
حال السلف مع الفتن والمحن: قال الأصمعي: شهدت صالحًا المُرِّيَّ رحمه الله، عَزَّى رجلاً، فقال: لئن كانت مصيبتُك بابنك لم تُحْدِثْ لك موعظةً في نفسك، فهي هيِّنة في جنب مصيبتك بنفسك، فإيَّاها فَابْكِ. [السير (تهذيبه) 2/725].
Cara membaca
Ḥāluṣ-salafi maʿal-fitani wal-miḥani: Qālal-Aṣmaʿiyyu: Shahidtu Ṣāliḥan al-Murriyya raḥimahullāhu, ʿazzā rajulan, faqāla: La-in kānat muṣībatuka bi-ibnika lam tuḥdith laka mawʿiẓatan fī nafsika, fahiya hayyinatun fī janbi muṣībatika binafsika, fa-iyyāhā fabki. [As-Siyaru (tahdhībuhu) 2/725].
Terjemahan Bahasa Indonesia
Keadaan para salaf menghadapi fitnah dan cobaan: Al-Ashmai berkata: Aku menyaksikan Shalih Al-Murri, semoga Allah merahmatinya, menghibur seorang lelaki dan berkata, “Jika musibah karena putramu tidak menimbulkan nasihat bagi dirimu, musibah itu ringan dibandingkan musibah pada dirimu sendiri. Maka tangisilah yang itu.” [As-Siyar (ringkasannya) 2/725].
Sumber: Nasihat dan renungan; atribusi mengikuti kartu sumber (Halaman 11). Ayat dan riwayat yang dikutip mengikuti rujukan dalam teks asal.