Mutharrif menjauh saat manusia bergolak
موقف السلف من قتال الفتنة وندم من خاض فيها: عن أبي عقيل بشير بن عُقبة قال: قلت ليزيد بن الشِّخِّير رحمه الله: ما كان مُطرِّفٌ يصنَعُ إذا هاجَ الناس؟ قال: يلزمُ قَعْر بيته، ولا يقربُ لهم جُمُعةً ولا جماعةً حتى تنجلِي. [السير (تهذيبه) 1/475].
Cara membaca
Mawqifuṣ-salafi min qitālil-fitnati wa nadamu man khāḍa fīhā: ʿAn Abī ʿAqīlin Bashīri bni ʿUqbata qāla: qultu li-Yazīda bnish-Shikhkhīri raḥimahullāh: mā kāna Muṭarrifun yaṣnaʿu idhā hājan-nās? Qāla: yalzamu qaʿra baytihi, wa lā yaqrabu lahum jumuʿatan wa lā jamāʿatan ḥattā tanjalī. [As-Siyar (Tahdhībuhu) 1/475].
Terjemahan Bahasa Indonesia
Sikap salaf terhadap peperangan fitnah dan penyesalan orang yang terlibat: Dari Abu Aqil Basyir bin Uqbah, ia berkata: Aku bertanya kepada Yazid bin asy-Syikhkhir, semoga Allah merahmatinya: “Apa yang dilakukan Mutharrif ketika manusia bergolak?” Ia menjawab: “Ia tetap di bagian terdalam rumahnya dan tidak mendatangi salat Jumat maupun jamaah mereka sampai fitnah tersingkap.” [as-Siyar (edisi ringkas) 1/475].
Sumber: Nasihat dan renungan; atribusi mengikuti kartu sumber (Mutharrif menjauh saat manusia bergolak). Ayat dan riwayat yang dikutip mengikuti rujukan dalam teks asal.