Halaman 11
موقف السلف من قتال الفتنة وندم من خاض فيها: عن إبراهيم النخعي رحمه الله قال: كانوا يقولون ويرجون، إذا لقي الله الرجل المسلم وهو نقي الكف من الدم، أن يتجاوز الله عنه ويغفر له ما سوى ذلك من ذنوبه. [الحلية (تهذيبه) 2 / 91].
Cara membaca
Mawqifus-salafi min qitālil-fitnati wa nadamu man khāḍa fīhā: ʿAn Ibrāhīma an-Nakhaʿī raḥimahullāhu qāla: Kānū yaqūlūna wa yarjūna, idhā laqiyallāhar-rajulul-muslimu wa huwa naqiyyul-kaffi minad-dami, an yatajāwazallāhu ʿanhu wa yaghfira lahu mā siwā dhālika min dhunūbih. [Al-Ḥilyah (Tahdhībuhu) 2/91].
Terjemahan Bahasa Indonesia
Sikap salaf terhadap pertempuran fitnah dan penyesalan orang yang terlibat: Dari Ibrahim an-Nakha‘i, semoga Allah merahmatinya, ia berkata: Mereka mengatakan dan berharap bahwa jika seorang Muslim bertemu Allah dengan tangan bersih dari darah, Allah memaafkannya dan mengampuni dosa-dosa selain itu. [Al-Hilyah (ringkasannya) 2/91].
Sumber: Nasihat dan renungan; atribusi mengikuti kartu sumber (Halaman 11). Ayat dan riwayat yang dikutip mengikuti rujukan dalam teks asal.