Halaman 12
حسن الخلق: عن أبي حازم رحمه الله قال: السيّءُ الخُلُق أشقى الناس به نفسُهُ التي بين جنبيه، هي منه في بلاء، ثم زوجته، ثم ولده، حتى إنه ليدخُلُ بيته، وإنهم لفي سرور، فيسمعون صوته فينفرون عنه، فرقًا منه، وحتى إن دابته تحيد مما يرميها بالحجارة، وإن كلبه لَيَراه فينزو على الجدار، حتى إن قِطَّه ليفرّ منه. [السير (تهذيبه) 1/637].
Cara membaca
Ḥusnul-khuluqi: ʿAn Abī Ḥāzimin raḥimahullāhu qāla: As-sayyiʾul-khuluqi ashqan-nāsi bihi nafsuhullatī bayna janbayhi, hiya minhu fī balāʾin, thumma zawjatuhu, thumma waladuhu, ḥattā innahu layadkhulu baytahu, wa innahum lafī surūrin, fayasmaʿūna ṣawtahu fayanfirūna ʿanhu, faraqan minhu, wa ḥattā inna dābbatahu taḥīdu mimmā yarmīhā bil-ḥijārati, wa inna kalbahu layarāhu fayanzū ʿalal-jidāri, ḥattā inna qiṭṭahu layafirru minh. [As-Siyar (Tahdhībuhu) 1/637].
Terjemahan Bahasa Indonesia
Akhlak yang baik: Dari Abu Hazim, semoga Allah merahmatinya, ia berkata: Orang berakhlak buruk, yang paling sengsara karenanya adalah jiwanya sendiri di antara kedua sisinya. Jiwa itu berada dalam musibah karena dirinya. Kemudian istrinya, lalu anaknya. Ia masuk rumah ketika mereka gembira, tetapi mereka mendengar suaranya dan menjauh karena takut. Bahkan hewan tunggangannya menghindar karena ia melemparinya dengan batu, anjingnya melihatnya lalu melompat ke dinding, dan kucingnya lari darinya. [As-Siyar (ringkasannya) 1/637].
Sumber: Nasihat dan renungan; atribusi mengikuti kartu sumber (Halaman 12). Ayat dan riwayat yang dikutip mengikuti rujukan dalam teks asal.