Halaman 13
الـورع: عن عبد الرحمن بن عمر بن رسته قال: أخبرني من سمع ابن عيينة رحمه الله وسئل عن الورع فقال: الورع طلب العلم الذي يعرف به الورع، وهو عند قوم طول الصمت، وقلة الكلام، وما هو كذلك إن المتكلم العالم أفضل عندي وأورع من الجاهل الصامت. [الحلية (تهذيبه) 2 / 442].
Cara membaca
Al-waraʿu: ʿan ʿAbdir-Raḥmāni ibn ʿUmara ibn Rustata qāla: Akhbaranī man samiʿa Ibna ʿUyaynah raḥimahullāhu wa suʾila ʿanil-waraʿi faqāla: Al-waraʿu ṭalabul-ʿilmil-ladhī yuʿrafu bihil-waraʿu, wa huwa ʿinda qawmin ṭūluṣ-ṣamti wa qillatul-kalāmi, wa mā huwa kadhālika, innal-mutakallimal-ʿālima afḍalu ʿindī wa awraʿu minal-jāhiliṣ-ṣāmiti. [Al-Ḥilyah (tahdhībuhu) 2/442].
Terjemahan Bahasa Indonesia
Menjaga diri dari yang meragukan: Abdurrahman bin Umar bin Rustah berkata: Orang yang mendengar Ibnu ‘Uyainah, semoga Allah merahmatinya, memberitahuku bahwa ia ditanya tentang wara. Ia berkata: Wara ialah mencari ilmu yang dengannya wara dipahami. Menurut sebagian orang, ia adalah diam panjang dan sedikit berbicara. Bukan demikian; menurutku orang berilmu yang berbicara lebih utama dan lebih wara daripada orang bodoh yang diam. [Al-Hilyah (ringkasan) 2/442].
Sumber: Nasihat dan renungan; atribusi mengikuti kartu sumber (Halaman 13). Ayat dan riwayat yang dikutip mengikuti rujukan dalam teks asal.