Idhā raʾā aḥadukum min akhīhi, aw min nafsihi, aw min mālihi mā yuʿjibuhu, [fal-yadʿu lahu bil-barakati], fa-innal-ʿayna ḥaqqun.
Terjemahan Bahasa Indonesia
Apabila salah seorang di antara kalian melihat sesuatu yang mengagumkan pada saudaranya, pada dirinya sendiri, atau pada hartanya, [hendaklah ia mendoakan keberkahan baginya], karena ain itu nyata.
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam. Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Pemilik hari pembalasan. Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan. Bimbinglah kami ke jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan jalan orang-orang yang dimurkai dan bukan pula orang-orang yang sesat.
Allāhu lā ilāha illā huwa l-ḥayyu l-qayyūm. Lā taʾkhudhuhu sinatun wa lā nawm. Lahu mā fī s-samāwāti wa mā fī l-arḍ. Man dhā lladhī yashfaʿu ʿindahu illā bi-idhnih. Yaʿlamu mā bayna aydīhim wa mā khalfahum wa lā yuḥīṭūna bi-shayʾin min ʿilmihi illā bi-mā shāʾ. Wasiʿa kursiyyuhu s-samāwāti wa l-arḍa wa lā yaʾūduhu ḥifẓuhumā wa huwa l-ʿaliyyu l-ʿaẓīm.
Terjemahan Bahasa Indonesia
Allah, tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Dia, Yang Mahahidup, Yang terus-menerus mengurus makhluk-Nya. Dia tidak diliputi kantuk dan tidak pula tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya? Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu pun dari ilmu-Nya kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Mahatinggi lagi Mahaagung.
Wa ttabaʿū mā tatlū sh-shayāṭīnu ʿalā mulki Sulaymāna wa mā kafara Sulaymānu wa lākinna sh-shayāṭīna kafarū yuʿallimūna n-nāsa s-siḥra wa mā unzila ʿalā l-malakayni bi-Bābila Hārūta wa Mārūt. Wa mā yuʿallimāni min aḥadin ḥattā yaqūlā innamā naḥnu fitnatun fa-lā takfur. Fa-yataʿallamūna minhumā mā yufarriqūna bihi bayna l-marʾi wa zawjihi wa mā hum bi-ḍārrīna bihi min aḥadin illā bi-idhni llāh. Wa yataʿallamūna mā yaḍurruhum wa lā yanfaʿuhum wa la-qad ʿalimū la-mani shtarāhu mā lahu fī l-ākhirati min khalāqin wa la-biʾsa mā sharaw bihi anfusahum law kānū yaʿlamūn.
Terjemahan Bahasa Indonesia
Mereka mengikuti apa yang dibacakan setan-setan pada masa kerajaan Sulaiman. Sulaiman tidak kafir, tetapi setan-setan itulah yang kafir. Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua malaikat di Babil, Harut dan Marut. Keduanya tidak mengajari seorang pun sebelum mengatakan: “Sesungguhnya kami hanyalah ujian, maka janganlah engkau menjadi kafir.” Mereka mempelajari dari keduanya apa yang dapat memisahkan seseorang dari istrinya. Mereka tidak dapat membahayakan seorang pun dengan sihir itu kecuali dengan izin Allah. Mereka mempelajari apa yang membahayakan mereka dan tidak bermanfaat bagi mereka. Sungguh mereka telah mengetahui bahwa siapa yang membeli sihir itu tidak akan memperoleh bagian di akhirat. Sungguh buruk sesuatu yang dengannya mereka menjual diri mereka sendiri, seandainya mereka mengetahui.
Āmana r-rasūlu bi-mā unzila ilayhi min rabbihi wa l-muʾminūn. Kullun āmana bi-llāhi wa malāʾikatihi wa kutubihi wa rusulihi lā nufarriqu bayna aḥadin min rusulih. Wa qālū samiʿnā wa aṭaʿnā ghufrānaka rabbanā wa ilayka l-maṣīr. Lā yukallifu llāhu nafsan illā wusʿahā lahā mā kasabat wa ʿalayhā mā ktasabat. Rabbanā lā tuʾākhidhnā in nasīnā aw akhṭaʾnā. Rabbanā wa lā taḥmil ʿalaynā iṣran ka-mā ḥamaltahu ʿalā lladhīna min qablinā. Rabbanā wa lā tuḥammilnā mā lā ṭāqata lanā bih. Wa ʿfu ʿannā wa ghfir lanā wa rḥamnā anta mawlānā fa-nṣurnā ʿalā l-qawmi l-kāfirīn.
Terjemahan Bahasa Indonesia
Rasul beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan para rasul-Nya. “Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara para rasul-Nya.” Mereka berkata: “Kami mendengar dan kami taat. Kami memohon ampunan-Mu, wahai Tuhan kami, dan kepada-Mu tempat kembali.” Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai kesanggupannya. Baginya pahala kebaikan yang diusahakannya, dan atasnya akibat keburukan yang diperbuatnya. “Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau menghukum kami jika kami lupa atau keliru. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau membebankan kepada kami beban berat sebagaimana Engkau membebankannya kepada orang-orang sebelum kami. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau membebankan kepada kami apa yang tidak sanggup kami pikul. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi kaum yang kafir.”
Wa awḥaynā ilā Mūsā an alqi ʿaṣāka fa-idhā hiya talqafu mā yaʾfikūn. Fa-waqaʿa l-ḥaqqu wa baṭala mā kānū yaʿmalūn. Fa-ghulibū hunālika wa nqalabū ṣāghirīn. Wa ulqiya s-saḥaratu sājidīn. Qālū āmannā bi-rabbi l-ʿālamīn. Rabbi Mūsā wa Hārūn.
Terjemahan Bahasa Indonesia
Kami mewahyukan kepada Musa: “Lemparkanlah tongkatmu!” Maka tiba-tiba tongkat itu menelan apa yang mereka palsukan. Maka terbuktilah kebenaran dan batallah apa yang mereka kerjakan. Mereka pun dikalahkan di tempat itu dan kembali dalam keadaan hina. Para penyihir dijatuhkan bersujud. Mereka berkata: “Kami beriman kepada Tuhan seluruh alam, Tuhan Musa dan Harun.”
Fa-lammā alqaw qāla Mūsā mā jiʾtum bihi s-siḥru inna llāha sa-yubṭiluhu inna llāha lā yuṣliḥu ʿamala l-mufsidīn. Wa yuḥiqqu llāhu l-ḥaqqa bi-kalimātihi wa law kariha l-mujrimūn.
Terjemahan Bahasa Indonesia
Ketika mereka telah melemparkan, Musa berkata: “Apa yang kalian bawa adalah sihir. Sesungguhnya Allah akan membatalkannya. Sesungguhnya Allah tidak memperbaiki perbuatan orang-orang yang membuat kerusakan.” Allah meneguhkan kebenaran dengan kalimat-kalimat-Nya, walaupun orang-orang yang berdosa membencinya.
Kami berfirman: “Jangan takut, sesungguhnya engkaulah yang unggul. Lemparkanlah apa yang ada di tangan kananmu, niscaya ia menelan apa yang mereka buat. Sesungguhnya yang mereka buat hanyalah tipu daya penyihir. Penyihir tidak akan beruntung dari mana pun ia datang.”
A-fa-ḥasibtum annamā khalaqnākum ʿabathan wa annakum ilaynā lā turjaʿūn. Fa-taʿālā llāhu l-maliku l-ḥaqqu lā ilāha illā huwa rabbu l-ʿarshi l-karīm. Wa man yadʿu maʿa llāhi ilāhan ākhara lā burhāna lahu bihi fa-innamā ḥisābuhu ʿinda rabbihi innahu lā yufliḥu l-kāfirūn. Wa qul rabbi ghfir wa rḥam wa anta khayru r-rāḥimīn.
Terjemahan Bahasa Indonesia
Apakah kalian mengira bahwa Kami menciptakan kalian dengan sia-sia dan bahwa kalian tidak akan dikembalikan kepada Kami? Maka Mahatinggi Allah, Raja Yang Mahabenar. Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Dia, Tuhan arasy yang mulia. Siapa yang menyeru tuhan lain bersama Allah tanpa bukti tentang itu, maka perhitungannya ada di sisi Tuhannya. Sesungguhnya orang-orang kafir tidak akan beruntung. Katakanlah: “Wahai Tuhanku, ampunilah dan rahmatilah, dan Engkau sebaik-baik pemberi rahmat.”
Qul huwa llāhu aḥad. Allāhu ṣ-ṣamad. Lam yalid wa lam yūlad. Wa lam yakun lahu kufuwan aḥad.
Terjemahan Bahasa Indonesia
Katakanlah: “Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat segala makhluk bergantung. Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya.”
Qul aʿūdhu bi-rabbi l-falaq. Min sharri mā khalaq. Wa min sharri ghāsiqin idhā waqab. Wa min sharri n-naffāthāti fī l-ʿuqad. Wa min sharri ḥāsidin idhā ḥasad.
Terjemahan Bahasa Indonesia
Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai waktu subuh, dari keburukan apa yang Dia ciptakan, dari keburukan malam apabila telah gelap, dari keburukan para peniup pada buhul-buhul, dan dari keburukan orang yang dengki apabila ia dengki.”
Qul aʿūdhu bi-rabbi n-nās. Maliki n-nās. Ilāhi n-nās. Min sharri l-waswāsi l-khannās. Alladhī yuwaswisu fī ṣudūri n-nās. Mina l-jinnati wa n-nās.
Terjemahan Bahasa Indonesia
Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan manusia, Raja manusia, Sembahan manusia, dari keburukan pembisik yang bersembunyi, yang membisikkan ke dalam dada manusia, dari golongan jin dan manusia.”
Wa in yakādu lladhīna kafarū la-yuzliqūnaka bi-abṣārihim lammā samiʿū dh-dhikra wa yaqūlūna innahu la-majnūn. Wa mā huwa illā dhikrun li-l-ʿālamīn.
Terjemahan Bahasa Indonesia
Sesungguhnya orang-orang kafir hampir membuatmu tergelincir dengan pandangan mata mereka ketika mendengar peringatan itu, dan mereka berkata: “Sesungguhnya dia benar-benar orang gila.” Padahal itu tidak lain hanyalah peringatan bagi seluruh alam.